BPPP Ambon-DKP Kabupaten BURU latih kemahiran nelayan

Ambon – Balai Training dan Penerangan Perikanan (BPPP) Ambon bersama Dinas Perikanan Kabupaten Buru, Propinsi Maluku memberi training kemahiran nelayan di kabupaten itu untuk tingkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mereka.

“Sekitar 50 nelayan dari 4 dusun di Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru, ikuti aktivitas Tuntunan Tehnis (Bimtek) Sertifikasi Kemahiran Nelayan (SKN) itu,” kata Kepala BPPP Ambon Abubakar di Ambon, Selasa.

Ia menjelaskan peserta aktivitas asal dari empat dusun, yaitu Wamlana, Waspait, Waenibe, dan Waekose. Semua peserta diberi pengetahuan dan ketrampilan dasar keselamatan dan pengendalian usaha perikanan yang berkesinambungan.

Training untuk nelayan meliputi pengetahuan dan ketrampilan dasar keselamatan di laut. Mereka diberi pengendalian usaha perikanan yang berkesinambungan, meliputi teknik penangkapan ikan ramah pada lingkungan, pendataan hasil tangkapan, pengendalian pascapanen, dan pengetahuan pada zone larangan tangkap dan musim penangkapan.

“Materi ini mempunyai tujuan tingkatkan profesionalisme nelayan sekalian menjaga kelestarian sumber daya laut,” katanya.

Dianya menjelaskan program sertifikasi ini bentuk usaha riil dalam tingkatkan kemampuan, kapabilitas, dan validitas karier nelayan di wilayah tersebut.

“Lewat sertifikasi kemahiran ini, kami ingin beberapa nelayan mempunyai ketrampilan yang terstandar dan dianggap dengan hukum. Ini penting supaya mereka bisa jalankan bisnis perikanan secara professional dan berkesinambungan,” katanya.

Dia menerangkan kedatangan pelatih dari BPPP Ambon untuk pastikan proses training jalan sama sesuai standard tehnis nasional.

Disamping itu, ucapnya, pengiringan aktif dari penyuluh perikanan perkuat kualitas implikasi hasil training.

“Kami bukan hanya ingin memberi training singkat, tapi juga menggerakkan peralihan sikap dan sudut pandang dalam jalankan karier sebagai nelayan yang kekinian dan bertanggungjawab,” ucapnya.

Program SKN ini menjadi sisi dari loyalitas Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat ekonomi biru yang inklusif dan memberikan dukungan kenaikan tingkat hidup warga pesisir lewat validitas dan pernyataan karier.

Didemo Masyarakat, Bella Shofie Ditunjuk Tidak Sebelumnya pernah Ke kantor Semenjak Jadi Anggota DPRD Kabupaten Buru Maluku

JAKARTA – Pemain film sinetron Bella Shofie disebut malas ke kantor semenjak dipilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru, Maluku.

Politikus Partai Nasdem itu ditunjuk tidak aktif dalam jalankan pekerjaannya sebagai wakil masyarakat.

Bella Shofie bahkan juga dipaksa undur dari kedudukannya.

Berita itu membuat Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GEMPRI) dan Penggugat Keadilan sampai lakukan tindakan demonstrasi di muka Kantor Gubernur Maluku, Senin (4/8/2025).

Mereka minta Gubernur Hendrik Lewerissa ambil perlakuan tegas dan hentikan Bella Shofie dari kedudukannya.

Bella Shofie yang menikah dengan pebisnis Daniel Rigan ini memegang anggota DPRD Kabupaten Buru semenjak 2024.

Menyikapi tuduhan Bellla Shofie tidak melakukan pekerjaan sepanjang nyaris 11 bulan, Daniel Rigan yang Ketua Partai NasDem Kabupaten Buru sampaikan keinginan maaf ke warga.

“Saya meminta maaf ke warga Buru,” kata Daniel Rigan saat tayangan langsung bersama Bella Shofie diambil Rabu (6/8/2025).

“Ibu Bella tidak dapat memberi yang terbaik,” sambungnya.

Simak juga: Bella Shofie Melahirkan Anak Ke-2 Lewat Persalinan Caesar, Hamil Sesudah Turut Program Bayi Tabung

Tetapi, Daniel Rigan memandang dakwaan pada istrinya berlebihan.

Menurut dia, Bella Shofie tidak betul-betul mangkir dari semua aktivitas sebagai anggota dewan.

“Ibu Bella lakukan aktivitas,” kata Daniel.

Bella Shofie akui telah melakukan beberapa aktivitas dan pekerjaan konstitusionya sebagai anggota dewan.

“2x turut lawatan ke Jakarta dan Ambon, sama sekali tidak tidak turut bekerja, tetapi sebagai pelayan public, kami harus siap terima kritikan dari warga,” kata Daniel Rigan.

Awalnya, laporan dari tindakan demo mengatakan Bella Shofie tidak mendatangi 6x rapat pleno dan mangkir dalam dua jadwal reses.

Walau sebenarnya, aktivitas itu signifikan untuk salurkan inspirasi warga dari bawah.

Sikap pasif ini selanjutnya memacu gelombang protes sampai tekanan pemberhentian.